English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Rabu, 16 Maret 2011

AKHLAQ MUSLIM

AKHLAQ MUSLIM

1. Makna Akhlaq
Akhlaq adalah merupakan sifat yang tumbuh dan menyatu di dalam diri seseorang. Dari sifat yang ada itulah terpancar sikap dan tingkah laku perbuatan seseorang, seperti sifat sabar, kasih sayang atau sebaliknya benci
karena dendam iri dan dengki, sehingga memutuskan hubungan silaturrahim. Akhlaq yang baik dan mulia akan mengantarkan kedudukan seseorang pada posisi yang terhormat dan tinggi. Oleh sebab itu Allah memuji akhlaq Rasulullah dalam QS.68:4 sbb: "Dan sesungguhnya engkau mempunyai akhlaq yang agung." Secara bahasa, akhlaq berarti tabiat/karakter & perangai, Imam Ghozali menjelaskan akhlaq sbb (secara istilah):

"Suatu ungkapan tentang suatu sikap di dalam jiwa yang sudah melekat. yang darinya muncul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan gampang tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan."

Bila perbuatan-perbuatan yang muncul tsb adalah amalan-amalan yang baik, maka akhlaqnya adalah akhlaqul mahmudah (terpuji), sebaliknya dinamakan akhlaqul mazmumah (tercela) jika yang terlihat adalah perbuatan buruk. Al Islam sebagai suatu sistem hidup yang lengkap, mengatur hubungan Allah sebagai khaliq dengan manusia sebagai makhluq. Adapun akhlaq adalah tingkah laku makhluq yang diridhoi kholiq. Atau dengan kata lain akhlaq merupakan hasil atau pengaruh yang diperoleh manusia dari kemantapan pemahaman aqidahnya. Ummat Islam disuruh memiliki akhlaq yang baik dan mulia, hadits Rasulullah:

Dari Abi Dzarr Jundub bin Junadah dan abi Abdirrahman Mufadz bin Jabal r.a dari Rasulullah SAW telah berkata: 
"Takutlah engkau kepada Allah di mana saja dengkau berada, dan tutuplah sesuatu kejahatan itu dengan kebaikan, pasti akan menghapusnya dan bergaullah sesama manusia dengan budi yang baik."

Sebagai contoh dapat kita ambil dari kisah para sahabat Rasulullah yang langsung dibina oleh beliau, bagaimana sifat wara' (taqwa) yang terjelma dari seorang khalifah Ummar bin Khaththab yang sangat amanah dalam menjalankan pemerintahannya sampai hampir tidak ada waktu untuk istirahat karena kesibukannya untuk mengetahui keadaan ummatnya. Hal tersebut dilakukannya semata-mata karena sangat takutnya apabila di pengadilan akhirat nanti ditanya oleh Allah "Mengapa engkau lakukan ini hai Umar?" Akhlaq yang mulia akan memberikan kenikmatan di dunia dan akhirat. Kenikmatan di dunia yang akan diperoleh adalah ihsanul amal karena semua persoalan dan segala urusan yang dicita-citakannya akan mudah, masyarkat disekitarnya menghormatinya dan membantu apa yang dicita-citakannya. Sedangkan kenikmatan di akhirat adalah memperoleh syurga jannatun na'fim, serta akan berada di sekitar Allah Rabul eAlamin, sebagaimana yang
diterangkan di dalam riwayat hadits Tirmidzi dari Jabir Ra, sbb: "Sesungguhnya ummat yang sangat cinta kepadaku dan yang sangat dekat tempat duduknya dengan aku kelak di hari kiamat ialah ummat yang
sangat baik akhlaqnya."

2. Macam-macam Akhlaq Islam
Al Islam senantiasa mengajarkan agar setiap muslim selalu berusaha memperbaiki akhlaq pribadi dan masyarakatnya. Lingkungan masyarakat yang rusak, agar segera diubah akhlaqnya, sehingga perbuatan dan perilakunya menjadi baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Perbaikan akhlaq adalah merupakan di antara misi Rasulullah di dunia ini, untuk memperbaiki tingkah laku, perbuatan dan kehidupan ummat manusia. Hadist dari Abu Hurairah Ra, sbb:
 "Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia"

Adapun akhlaq dapat diklasifikasikan sbb:
- akhlaq kepada Allah (2:186)
- akhlaq kepada Rasulullah (33:56)
- akhlaq kepada diri sendiri (2:44)
- akhlaq kepada sesama manusia (2:83,31:17-19)
- akhlaq kepada alam (11:61,7:56)

ad. Akhlaq kepada Allah
1. mengabdi kepada Allah QS. 17:23
2. tunduk dan patuh hanya kepada Allah (8:20,4:69,3:31)
3. berserah diri kepada ketentuan Allah (2:216,2:156)
4. bersyukur kepada Allah (14:6-7)
5. ikhlash menerima keputusan Allah (9:59)
6. penuh harap kepada Allah (17:28,29:5,2:218,12:87,39:53)
7. takut dengan rasa tunduk dan patuh (9:13&18, 5:44,20:2-3,35:28)
8. takut terhadap siksaan Allah (8:48,11:103,59:16)
9.berdoa memohon pertolongan Allah (2:186, 17:110,23:60,7:180,10:106)
10.cinta dengan penuh harap kepada Allah (94:7-8,68:32)
11. takut kehilangan rahmat Allah yang diharapkan (2:40,7:154,16:51)

ad. Akhlaq kepada Rasulullah
1. Ikhlas beriman kepada nabi Muhammad saw
2. mengucapkan shalawat dan salam (33:56)
3. taat kepada rasulullah saw 824:63,59:7,4:14)
4. cinta kepada rasulullah (9:24)
5. percaya atas semua berita yang disampaikan rasulullah 29:18,48:8)
6. tidak boleh mengabaikan rasulullah (4:115)
7. menghidupkan sunnah rasulullah (4:66)
8. menghormati pewaris nabi (4:69,59:10,)
9. laksanakan hukum Allah dan Rasulullah (49:1)
10.bershodaqoh sebelum bertanya kepada rasulullah (58:12)
11.jangan bersumpah, tetapi amalkan ajaran rasulullah (24:53)
12.berbicara dengan suara rendah (49:29
13. akhlaq musyawaran dengan rasulullah 24:54,62,63)

ad. Akhlaq kepada diri sendiri
1. hindarkan minum racun (2:195
2. hindarkan perbuatan yang tidak baik (61:3)
3. pelihara kesucian jiwa 12:53
4. pemaaf dan memohon maaf (2:149)
5. sikap sederhana dan jujur
6. hindarkan perbuatan tercela

ad. Akhlaq kepada manusia dapat dirinci lagi menjadi sbb:
- akhlaq kepada orang tua
- akhlaq kepada anak
- akhlaq kepada tetangga
- akhlaq kepada sahabat
- akhlaq kepada sesama muslim
- akhlaq kepada sesama manusia
- akhlaq kepada kafir

- akhlaq kepada orang tua
1. berbicara dengan kata-kata yang baik (17:23)
2. lindungi dan doakan (31:15,29:8,17:24)
3. hormat dengan sikap terima kasih (31:14)
4. menghubungkan silaturrahim
5. menunaikan wasiat kecuali yang maksiat (2:180)
6. tidak boleh durhaka, karena dosa besar
7. membantu orang tua

- akhlak kepada anak
1. memberi nama yang baik, karena nama berfungsi sebagai doa
2. mengaqiqahkannya, Hadits: Bayi yang lahir disembelihkan untuknya sebagai aqiqah pada hari ketujuh (HR.Tirmidzi, Abu Dawud, Nasafi, ibnu majah, Daramy dan Ahmad)
3. menghitankan anak laki-laki dan perempuan
4. memberikan pendidikan dan pengajaran, HR. Muslim: Bergaullah dengan anak-anakmu dan bimbinglah kepada akhlaq yang mulia
5. mencarikan jodoh dan mengawinkannya
6. memberikan perlakuan yang baik kepada anak-anak

- akhlak kepada tetangga
1. tidak boleh menyiksa atau menyakiti
2. tidak boleh melampaui hak-hak milik,
3. tidak boleh menyebarkan rahasia tetangga (24:19)
4. tidak boleh membuat gaduh
5. selalu memberi nasihat
6.saling tukar hadiah atau pemberian
7. hak utama tetangga
- jika minta tolong, tolonglah
- jika butuh pinjaman, pinjamilah
- jika sakit,kunjungilah dia
- jika mendapat kebahagiaan, ucapkanlah selamat
- jika mendapat musibah hiburlah dia
- jika wafat, antarkanlah jenazahnya
- jangan membuat bangunan yang terlalu tinggi, sehingga menghalangi masuknya angin dan matahari, kecuali seizinnya
- jika membuat masakan yang harum baunya, kirimlah untuknya
- jika membeli buah-buahan, berilah dia, jika tidak kamu beri, bawalah masuk tanpa sepengetahuannya

- akhlak kepada sahabat
1. rendah hati dan tidak sombong (5:54)
2. saling mengasihi
3. memberi perhatian terhadap keadaan sahabat, hadist: Perumpamaan orang-orang mufmin dalam saling kasih mengasih dan saling menyayangi sebagaimana satu badan. Apabila satu anggota badan merasa sakit, akan terasa sakit seluruh badan dengan rasa demam dan tidak bisa tidur (HR.Bukhari)
4. selalu membantu keperluan sahabat , hadist:Siapa saja yang meringankan keperluan sahabatnya dalam urusan dunia, maka dia akan mendapat keringan atas keperluannya di akhirar (HR. Bukhari dan Muslim)
5. menjaga kawan dari gangguan orang lain, hadist: Siapa saja yang menjaga harta dan kewibawaan saudaranya dengan tidak sepengetahuan orang yang dijaganya, maka orang itu lebih berhak di hadapan Allah untuk dibebaskan dari api neraka (HR.Ahmad)
6. memberi nasihat dan kritik (3:188)
7. mendamaikan jika berselisih (49:9)
8. doakan dengan kebaikan

- akhlaq terhadap sesama muslim
1. menghubungkan tali persaudaraan, hadist: Tidaklah beriman seseorang dari kamu sehingga cinta kepada saudaranya , sebagaimana cinta pada dirinya sendiri (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasafi)
2. saling tolong menolong (5:2,58:11)
3. membina persatuan (3:103,)
4. waspada dan menjaga keselamatan bersama (8:25)
5. berlomba mencapai kebaikan (2:148), hadist: Tidak boleh iri,kecuali terhadap dua hal yaitu terhadap seorang yang diberi ilmu, kemudian dengan ilmunya itu ia banya beramal demi kebaikan ummat, kemudian iri terhadap orang kaya, yang dengan kekayaannya yang banyak itu dihabiskannya untuk perjuangan membela kebenaran dienullah (HR.Bukhari dan Ahmad)
6.bersikap adil (7:29,5:8,7:199)
7. tidak boleh mencela dan menghina (49:11)
8. tidak boleh menuduh dengan tuduhan fasik atau kafir
9. tidak boleh bermarahan (42:40)
10. memenuhi janji (17:34,5:1,2:177)5:13,2:178,42:40,24:19)
11. saling memberi salam (4:86)
12. menjawab bersin
13. menjenguk mereka yang sakit
14. menyelenggarakan pemakaman jenazah
15. bebaskan diri dari suatu sumpah (5:89)
16. tidak bersikap iri dan dengki, hadist: Tidak sempurna iman seseorang di antara kam, sampai ia merasa senang dengan kesenangan yang didapat oleh saudaranya, sesuai dengan harpannya hal itu terjadi pada dirinya (HR. Bukhari dan Muslim)
17. melindungi keselamatan harta dan jiwa
18.tidak boleh bersikap sombong (31:18)
19.bersifat pemaaf (5:13,2:178,26:40,24: 19,22)

- akhlaq kepada sesama manusia
1. menghormati perasaan manusia lain
2. pandai berterima kasih
3.memenuhi janji (16:91)
4. tidak boleh mengejek
5. jangan mencari-cari kesalahan (49:12)
6. jangan menawar sesuatu yang sedang ditawar orang lain

- akhlaq kepada kafir
1. tidak boleh mengakui kekafiran
2. benci terhadap kafir karena Allah
3. kafir adalah sesat (3:85)
4. tidak boleh mencintai orang kafir (58:22,60:1)
5. berbuat adil dan baik kepada orang kafir (60:8)
6. boleh membantu orang kafir yang menderita , hadist: kasihilah siapa saja yang ada di bumi, maka dia akan dikasihi oleh yang berada di langit. (HR. Tirmidzi )
7. boleh tukar menukar hadiah (5:5)
8. jangan menghina orang kafir
9. haram wanita islam menikah dengan orang kafir (58:10,2:221,5:5)
10. tidak boleh memberi salam kepada orang kafir
11. tidak boleh meniru cara orang kafir
12. tidak boleh memanggil dengan kata penghormatan kepada orang kafir, seperti yang mulia dsb

ad. Akhlaq terhadap alam, dapat dirinci lagi sbb
- akhlaq terhadap tumbuhan
- akhlaq terhadap air
- akhlaq terhadap binatang

- akhlaq terhadap tumbuhan
1. jaga kelestarian alam (2:204-205,2:11-12)
2. jangan menebang pohon (59:5)
3. pelihara pohon dan tanaman
4. tanamlah pohon yang bermanfaat
5. bayarkan zakat dari hasil tanaman (6:141)
6. jangan kencing di bawah pohon

- akhlaq terhadap air
1. menjaga air agar jangan terkena polusi
2. jangan boros menggunakan air (2:60)
3. dirikanlah sholat istisqaf
4.berdoa tatkala menggunakan air

- akhlaq terhadap binatang
1. memberi makan dan minum
2. tidak menganiaya binatang
3. sembelih dengan baik
4. jangan bebani terlalu berat
5. binatang yang boleh dibunuh
6. dilarang memberi tanda dengan besi panas pada muka binatang
7. membayar zakatnya
8. tidak melalaikan ibadah karenanya (63:9)

3. Inti Ajaran Akhlaq
Dari uraian di atas, jelaslah terlihat bahwa inti ajaran akhlak adalah melepaskan diri dari perbuatan yang rendah (tercela) dan menghiasi diri dengan perbuatan yang utama. Sebagai seorang muslim, wajiblah
menghiasi diri dengan akhlaq mulia seperti yang diuraikan di atas karena dalam ajaran Islam, ada hubungan erat antara ibadah seseorang dengan proses pembentukan akhlaq. Perintah sholat dimaksudkan agar manusia menghindari perbuatan keji dan munkar. Ibadah zakat, pada hakekatnya bukan merupakan pajak yang diambil dari kantong seseorang, tetapi merupakan pembinaan, menanamkan rasa kasih sayang yang tulus dan mendekatkan hubungan ukhuwah diantara lapisan masyarakat (QS.9:10) Pembentukan akhlaq terpuji sangat diperhatikan sekali oleh rasulullah selama beliau membimbing ummat ke dalam masyarakat utama. Ajaran islam juga menghubungkan antara ibadah dan pembentukan akhlaq ini. Proses pembentukan ini tidak bisa dilakukan secara mendadak dalam jangka waktu pendek, melainkan harus bertahap, terus menerus, dalam waktu yang panjang. Di dalam proses pembentukan akhlaq, situasi lingkungan masyarakat di sekelilingnya adalah faktor penting yang menentukan. Sebab itu ,seseorang yang melanggar akhlaq selayaknya mendapat sanksi, agar tida mengotori nilai akhlak masyarakat tsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar