Minggu, 17 April 2011

Ini Negeri, Sungguh Punyamu, Nak!

indotur.blogspot.com
Danau Kerinci
Apa kabar pembaca? Semoga kita dalam keadaan sehat wal afiat, dan bagi yang sedang sakit, semoga segera pulih kembali kesehatannya.
Sambil menikmati Minggu sore ini, saya ingin bercerita kepada anak-anak kita, tentang kebaikan negeri Indonesia. Maklumlah, tak baik rasanya anak-anak kita selalu mengikuti pergunjingan kita tentang peristiwa-peristiwa yang membuat dada sesak: kasus korupsi, museum Kerinci yang dibangun di Malaysia, hingga bom yang meledak di Masjid Adz Zikro, Kompleks Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4/2011).
Inilah catatan saya, semoga bermanfaat.
Kelak, nak, kau musti jelajahi seisi negeri.
Di Aceh kau bisa menikmati tari seudati dan berteguk-teguk kopi. lalu pada sepanjang Bukit Barisan, banyak kau jumpai ngarai dan danau. Dan pantainya nak, ada satu yang tak pernah ayah lupa, adalah Tanjung Tinggi di pulau Belitung yang indahnya serupa lukisan.
Jika sampai ke tanah Jawa, singgahlah dulu ke pantai Bayah yang dipenuhi batu-batu alam nan elok. O ya nak, tak jauh dari situ, bisa pula kau jumpai saudara-saudara kita suku Baduy yang masih erat menjaga tradisi kakek moyang kita yang mulia.
Engkau telah berdiri di tatar Pasundan, nak. Bukalah mata, telinga dan hatimu, untuk menikmati bunyi angklung, degung, dan lekuk-liku suara penyanyinya yang memabukkan. Terus berjalan ke timur nak, maka akan kau jumpai borobudur, prambanan, suara gamelan dan sejumlah tari-tarian yang penuh kelembutan.
O ya, nak. Jangan lupa, mampirlah sebentar ke Kecamatan Sukolilo, di sana ada saudara-sadara kita warga Sedulur Sikep yang lebih dikenal sebagai “orang Samin”, mereka itulah nak yang pernah membuat malu hati ayah, lantaran mereka yang oleh negara “didakwa” tak punya agama, nyatanya lebih agamis dalam menjalani kehidupannya.
Terus berjalan ke timur, nak. Akan kau jumpai gunung gunung cantik, reog ponorogo, karapan sapi, dan tentu saja ludruk yang sarat ujar-ujar. Jika sempat, naiklah kapal ke utara, di bumi borneo mungkin saja masih kau temui hutan raya yang dulu dibabati para pemegang hph. Tapi ayah yakin, di sana kau masih bisa menyaksikan upacara suku dayak, orang utan, dan anggrek aneka rupa.
Ayah lupa nak, kau perlu juga menjenguk kenangan masa kecil saat kau bersama ayah mengelilinmgi pulau Bali. Ya, ya… pantai Kuta, Sanur, Tanah Lot, Bedugul, tari janger, trunyan, dan tentu pula tari legong yang sudah menyebar ke negara manca.
Teruslah berjalan nak, terus ke timur, ke tanah yang kurang terperhatikan orang-orang Jakarta yang lebih mabuk kuasa ketimbang mengangkat derajat saudara-saudara kita di bagian timur negeri. Wayang sasak, komodo, upacara nyalamak di laut, perburuan paus, upacara nyale, adalah keindahan yang ditawarkan oleh tanah ini.
Teruslah melangkah, nak. Sulawesi, ya, itu negerimu juga, ayah pernah hingga ke pantai bira, bulukumba tempat para petualang membangun kapal-kapal phinisi. Ya, teruslah melaju ke timur negeri, hingga ke papua untuk menyantap keindahan raja ampat, hutan-hutan perawan, serta aneka tumbuhan berkhasiat.
sungguh nak, ini semua milik kita. Jika sebagian di antaranya telah tergadai pada pemodal asing, jangan ragu, rebut kembali dari tangan mereka. Sebab semua yang kau punya, adalah hak dan juga takdirmu sebagai penghuni negeri ini. Sungguh, nak, kami dan juga pemimpin-pemimpin kami, pernah tak berdaya justru karena ketamakan kami yang telah melalap mentah-mentah uang utang tanpa pernah ingat bahwa kami juga memiliki engkau, anak keturunan kami.

thanks yha mbak noto,.
uda ngeTAG ke fb saya.


sumber

14 komentar:

affie9 mengatakan...

itu semua milik kita..!! semua milik kita!!, eh.. bang, pulauku kok kga di sebutin... "singgahlah nak di pulau kundur, di sana banyak duren.. hehe

sarah azahra mengatakan...

Yups..pokona milik kita..

blackdevil mengatakan...

@affie9,.
ehehehehehehehehe
thu kan abg cmn ambil dr web na org.
bkn abg sendri yg nulis kyk gt..
fie,.
abg br beli novel, novel na thu bercerita tentang org yg idup d batam.
keren novel na..

@mbak sarah,.
ia mbak, milik kita.
jgn sampe da GEE org laen ataupun negara laen yg mengaku-ngaku milik na..
:)

must_once mengatakan...

Butuh pengelola yang baik Gan! Yang ikhlas mengabdi ke rakyat. Biar tetap menjadi milik kita.

affie9 mengatakan...

apa bang judulnya?? pinjam lah.. eh??? emang bisa ya minjam..?? mhuehe

zhanaz45 mengatakan...

I Love Negeri kuw indonesia..

SIRIH MERAH mengatakan...

cintailah negeri Kita INDONESIA....
Mulailah dari kecintaan kita pada bahasa indonesia,budaya,alam serta produk INDONESIA.....

yuanita handoko mengatakan...

mari kita jaga kekayaan budaya bangsa kita..

blackdevil mengatakan...

@must_once,.
bnr bgt mas, yg ikhlas.
thanks yha mas uda berkunjung k sni.

@affie9,.
novel na berjudul TARAPUCCINO,.
da lm se novel na, tp crt na thu d batam.

@zhanaz45,.
cintain produk dan budaya INDONESIA.

@sirih merah,.
saya setuju bgt.
thanks yha uda berkunjung k sni.
:)

@yuanita,.
bnr nit,.
jgn sampe d colok ma org laen..
ehehehehehehehe
:)

Edgar Pérez Vásquez mengatakan...

good article, keep it up. Greetings.

Musyafak Timur Banua mengatakan...

indonesia yang kaya, itu memang milik kita. tapi kenapa tak banyak di antara kita yang tahu dan menyadarinya???? yang tahu soal itu malah jadi pengeksploitasi untuk keuntungan sendiri. semoga kita bisa lebih menghargai milik bersama dan didayagunakan untuk kepentingan bersama... nice article

blackdevil mengatakan...

@edgar perez,.
thank you for his praise.
frequently to my blog.
:)

@musyafak,.
amin yha rabb
smg jha mas,.
smg makin bnyk yg bs menghargai dan cinta tanah air INDONESIA.
:)

LintasKoran mengatakan...

nice share


Thanks

blackdevil mengatakan...

@lintaskoran,.
thanks gan uda mampir ke sni.
:D

Posting Komentar